Wisata Religi Part 1- Sunan Ampel

Jika ingin berwisata religi dengan nuansa berbau Arab namun belum punya kesempatan pergi ke Arab Saudi, tak ada salahnya kalian berkunjung dulu ke kawasan wisata religi Ampel di Surabaya. Kawasan ini sering diasosiasikan sebagai kampung Arab karena komunitas keturunan Arab banyak bermukim di sini. Sebagian besar merasa sudah menjadi orang Indonesia tulen, sebab mereka lahir, besar, dan hidup sehari-hari di tempat ini.
Di sepanjang jalan menuju Makam Sunan Ampel, dengan mudah kita bisa memesan samosa, kebab, manisan, kurma, juga kacang-kacangan. Pokoknya jajanan khas Timur Tengah banyak kita jumpai di kawasan wisata ini. Saya memang suka dengan makanan dan sesuatu hal yang berbau dengan khas Timur Tengah. Saat ada ajakan dari ibundaku beserta rombongan ibu-ibu PKK di kota tempat tinggalku, yakni Malang untuk mengadakan tour ziarah wali yang ada di Jawa Timur. Aku pun langsung menyetujui ajakan tersebut tanpa pikir panjang, hehehe. Kapan lagi saya bisa berkunjung ke kawasan wisata yang bersejarah ini.
Sebuah kawasan yang memiliki nilai sejarah tentang penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Oleh karena itu dengan senang hati saya membuka perjalanan pertama saya menuju Masjid Sunan Ampel ini sebagai perjalanan Wisata Religi ataupun Sunnah Rasul dalam perjalanan saya kali ini.
Pada saat Sunan Ampel tiba di Jawa, Raja Majapahit memberinya tempat untuk berdakwah sekaligus menetap di Ampel Dento (Surabaya). Ketika wafat pada 1481, beliau dikebumikan di dekat Masjid Sunan Ampel. Sampai saat ini, banyak orang datang untuk berdoa di makan beliau yang terletak di sebelah barat masjid.Masjid ini dibuat dengan kecermatan. Lima pintu gerbang mengelilingi masjid ini sebagai simbol Rukun Islam. Pintu gerbang pertama yang diberi nama “Gapura Munggah” merupakan simbol Rukun Islam kelima yaitu Haji-wajib berhaji jika mampu. Didekat sini terdapat pasar yang mirip dengan pasar seng di Arab. Setelah melewati lorong pasar, kalian akan menemukan “Gapuro Poso” (puasa), menggambarkan kewajiban kaum muslim untuk berpuasa. Melewati Gapuro Poso, sampailah kalian di halaman masjid.
Di akhir perjalanan dari mengunjungi makam, maka kalian akan menemukan Gapuro Ngamal. Gapuro ini mengingatkan umat muslim untuk berzakat. Disini kalian bisa bersedekah untuk biaya perawatan masjid. Tak jauh dari situ, terlihat Gapuro Madep. Di bagian kanan gapura ini terdapat makam Mbah Shanhaji yang dulunya menentukan kiblat masjid Sunan Ampel. Makna gapura ini adalah pelaksanaan shalat lima waktu. Terakhir, ketika memasuki makam, terdapat Gapuro Paneksen yang menggambarkan kalimat syahadat: ”Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” Yang merupakan bunyi dari Rukun islam yang pertama. Penuh makna sekali, bukan?.
Sebelum meninggalkan kawasan masjid Sunan Ampel ini, saya beserta rombongan Ibu-ibu PKK serta beberapa ustad yang turut serta dalam ziarah wali ini, tak lupa kami membeli oleh-oleh. Di sepanjang jalan kawasan wisata ini terdapat berbagai macam oleh-oleh khas Timur Tengah dan juga bervariasi. Mulai dari mukena, abaya atau khimar, sajadah serta beberapa pakaian, aksesoris dan makanan khas Timur Tengah lainnya. Harga makanan, aksesoris, serta pakaian disini relatif sangat terjangkau sehingga anda tidak perlu khawatir apabila ingin berbelanja disini. Meskipun kami saat tiba disini sudah malam dan memasuki waktu shalat isya’, tapi di kawasan wisata ini masih ramai didatangi pengunjung dan suasana malam hari ini disini cukup bagus. Dan tak lupa sebelum meninggalkan kawasan wisata ini kami menyempatkan diri untuk shalat Isya’ berjamah. Betapa senangnya bisa shalat berjamaah di masjid ini. Selain dapat ilmu baru, juga bisa menambah silaturahmi antar sesama muslim lainnya, bukan?. Seusai sholat Isya’ berjamaah, kami pun melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata berikutnya.
Dokumentasi by: Adinda
Sumber:Wikipedia Indonesia






Komentar
Posting Komentar