Resensi : Penerapan Nilai- Nilai Islam di Jepang


Data buku:
Judul : Cahaya Allah di Negeri Sakura
Penulis : Izzur Rozabi
Jumlah halaman:184
Penerbit: DIVA Press,Maret 2014
Harga : Rp 35000


Buku “Cahaya Allah di Negeri Sakura” ini merupakan buku hasil perjalanan dan pengalaman langsung dari  Izzur Rozabi selama di Jepang.Dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami,buku ini sangat memberikan informasi dan inspirasi.Khususnya,bagi  mereka yang akan berkunjung ke Jepang,baik dalam rangka studi,bekerja,atau sekedar melancong.Buku ini menggambarkan tentang penerapan nilai-nilai Islam di negara yang konon bukan negara berpenduduk mayoritas muslim,yaitu Jepang.Tidak hanya sejarah masuknya Islam dan perkembangannya di Jepang,buku ini juga secara detail menjelaskan beberapa persepsi orang Jepang terhadap Islam yang tidak biasa kita dengar karena kita berada di negara yang mayoritas beragama Islam.Saat saya membaca buku ini,wawasan saya menjadi bertambah dan mendapatkan pandangan terhadap Islam.Tentang Islam yang sangat mengutamakan akhlak yang baik,serta kemanfaatan untuk sesama.Khususnya, dalam membangun image Islam di mata dunia.Serta,tentang Islam yang mengajarkan kepada umatnya agar menyikapi segala keterbatasan lingkungan tetapi tetap semangat menjalankan ajaran Islam.

Salah satu indikator kemakmuran sebuah negara adalah tingginya tingkat kemakmuran masyarakatnya.Semakin makmur masyarakat dalam sebuah negara, maka dapat dikatakan pula bahwa negara tersebut tergolong makmur. Seandainya sebuah negara ingin maju maka yang harus dilakukan adalah segera bangkit dari keterpurukan,dan berubah lebih baik daripada hari sebelumnya. Buku ini khusus membahas tentang negara maju yang terletak di Asia Timur,yakni Jepang (hal.20). Diceritakan, dalam pengajaran sejarah, Jepang sudah menghapus sejarah-sejarah pendudukan Jepang atas negara-negara lainnya, salah satunya Indonesia. Mereka berharap generasi Jepang mendatang adalah generasi cinta damai. Jepang merupakan negara yang sangat terkenal akan teknologinya. Meskipun demikian, mereka tetap kooperatif dengan umat Islam.Mengapa demikian?.Mereka memang negara yang sangat maju, namun mereka tetap menghargai wisatawan asing terlebih bagi wisatawan muslim yang berkunjung kesana. Negara Jepang memang dikenal dengan sebutan negeri komik atau anime dan juga terkenal dengan sebutan negeri bunga sakura dan negeri matahari terbit. Sebutan negeri bunga sakura memang belum luntur, namun sebutan-sebutan baru terus berdatangan seiring semakin banyaknya inovasi yang diciptakan oleh negara Jepang.

Jepang merupakan salah satu negara di Asia Timur yang mempunyai tingkat kemakmuran cukup tinggi.Bahkan,tingkat teknologi mereka sudah sangat maju.Proses kesuksesan mereka tidak terjadi secara instan,dan tidak dilakukan secara sendiri-sendiri. Mereka membangun bangsanya dengan bergotong royong.Di sisi lain,mereka butuh penopang atau pendukung untuk mewujudkannya.Oleh karenanya,mereka saling memberikan semanagat melalui banyak hal.Nama resmi dari Jepang adalah Nipponkoku/ Nihonkoku. Negara ini berada di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang,serta bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia.
Dalam Statistic Handbook of Japan 2012 (hal.23) disebutkan bahwa jumlah penduduk Jepang sekitar 127.800.000 pada tahun 2011. Meskipun demikian, ternyata Jepang mampu menaklukkan dunia. Bahkan, kota termahal pertama dan kedua di dunia berada di Jepang yaitu kota Tokyo dan Osaka.Hal ini dilansir oleh Economist Intelligent Unit (EIU),yang dikutip Viva News pada tahun 2013.Meskipun memiliki kota termahal di dunia dan gaji yang diberikan untuk pekerja disana juga sangat besar, namun tingkat stres di Jepang juga sangat tinggi. Kita yang berada di Indonesia seharusnya lebih bersyukur karena tidak dilahirkan di Jepang,dengan tingkat stres yang cukup tinggi. Sebagai seorang muslim, stres dapat dengan mudah di hindari. Salah satunya dengan terus menerus mengingat Allah Swt, yakni melalui berdzikir. Namun hal itu berbeda bagi penduduk Jepang di Tokyo, jika stres tengah melanda mereka maka salah satu cara untuk mengatasinya yakni dengan meminum sake,bir, dan sejenisnya. Sedangkan, bagi para samurai mengatasi stres dengan menggunakan meditasi yang sudah  dilatih sejak kecil.Latihan tersebut mampu membuat mereka mendapatkan kejernihan dalam berpikir,walaupun dilakukan hanya dalam waktu tiga detik.

Terkait dengan adanya kekurangan dalam hal mudah stres,sejenak kita lupakan. Karena masih banyak sisi lain yang patut kita ambil sisi positifnya dari negeri sakura ini, yakni tentang Islam di Jepang. Dalam buku Api Sejarah, disebutkan bahwa Islam sudah tersebar ke seluruh dunia sejak abad ke-7 Masehi atau abad pertama Hijriah (hal. 28). Dalam sebuah artikel yang ditulis dalam Indonesia.faithfreedom.org, dijelaskan bahwa Islam masuk ke Jepang sejak abad ke-19 Masehi. Saat itu Islam dipegang oleh kesultanan Utsmaniyah di Turki. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kesultanan Utsmaniyah mengirimkan utusan ke Jepang pada tahun 1890 dengan tujuan pertama misi ini adalah diplomatik,yakni menjalin hubungan kedua negara. Dengan adanya utusan diplomasi diharapkan mereka dapat saling mengenal satu sama lain.Utsmaniyah menuju Jepang dengan mengirimkan armada laut bernama Ertugrul.

Pada perang Dunia I, masyarakat muslim di beberapa negara yang terlibat konflik mengungsi ke Jepang.Di Jepang,para pengungsi tersebut diberi hak suaka oleh pemerintah Jepang.Bisa jadi,pemberian suaka kepada masyarakat muslim tersebut tidak terjadi begitu saja,melainkan melalui diplomasi yang dibangun oleh kesultanan Utsmaniyah. Setelah diberi suaka oleh pemerintah Jepang, mereka membentuk komunitas-komunitas kecil yang akhirnya terus berkembang. Perkembangan komunitas tersebut dapat dilihat dari didirikannya Masjid Kobe pada tahun 1935,kemudian disusul dengan Masjid Tokyo pada tahun 1938.Sampai sekarang, pembangunan masjid terus berlangsung.
Bagi masyarakat muslim Jepang, masjid memiliki peran yang sangat penting.Itulah sebabnya akhir-akhir ini dalam rangka penggalangan dana untuk pembuatan masjid, kebutuhan masjid,kebutuhan beratus-ratus juta rupiah bahkan bermiliar-miliar untuk pembangunan sebuah masjid rela mereka keluarkan.Sebagai contoh,Zakariya Ziyad (berita.muslim-menjawab.com),memaparkan bahwasanya untuk biaya pembangunan masjid dibutuhkan dana tidak kurang dari 200 ribu dollar,atau 2 juta yen atau 200 juta rupiah. Kondisi inilah yang membuat masyarakat muslim di Jepang kesulitan mendirikan masjid. Selain peran masjid yang sangat signifikan,terdapat juga Islamic Center yang mempunyai andil besar dalam memperluas Islam. Disana,dibuka kelas-kelas hafalan Al-Qur’an dan pengajaran bahas Arab.Lembaga-lembaga Islam sangat dibutuhkan di Jepang. Lembaga-lembaga ini berfungsi sebagai tempat informasi bagi pendatang. Perkembangan Islam di Jepang bukan hanya dilihat dari pembangunan masjid yang bertambah setiap beberapa tahun sekali, namun juga dilihat dari pernikahan masyarakat muslim.Pernikahan antara penduduk Jepang muslim dengan penduduk asing muslim terus bertambah.Selain masih minimnya masjid,di Jepang sangat dibutuhkan dai bagi mualaf-mualaf yang masih sangat minim pengetahuan tentang Islam. Hanya sedikit yang bisa memberikan pengajaran tentang Islam kepada para Mualaf dengan bahasa Jepang.
Beberapa orang yang memiliki kesibukan dalam bekerja pasti menantikan saat datangnya musim liburan,begitupun bagi masyarakat Jepang. Liburan merupakan hari yang sangat dinanti-nanti.Bagaimana tidak,hanya ketika liburan mereka dapat merasakan diri lepas dari beban stres yang datang,setiap menyerang mereka hampir setiap hari. Namun sebagian dari masyarakat Jepang menghabiskan waktu liburan dengan kegiatan yang melelahkan, terkadang liburan ini tidak membawa mereka pada ketenangan melainkan mendapatkan kelelahan.Tidak heran jika di negara Jepang stres itu terbilang cukup tinggi. Tapi di balik stres yang tinggi, Perlu kita ketahui bahwa masyarakat Jepang sangat memperhitungkan waktu. Apalagi, dalam berjanji. Mereka terkenal sangat disiplin dan tepat waktu dalam memenuhi janji.Untuk memudahkan dalam keseharian beraktifitas, masyarakat Jepang lebih senang berjalan kaki dan menggunakan sarana transportasi umum seperti kereta dan sepeda kayuh.Sangat jarang kita akan menemukan mobil disini apalagi motor.Apabila ingin berkunjung ke Jepang,jangan berharap akan menemukan mobil atau motor terparkir rapi disini.Selain mendapatkan predikat sebagai negara dengan kota termahal, Jepang juga mendapat predikat sebagai negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia, disusul Rusia dan Hungaria. Uniknya, bagi masyarakat Jepang yang ingin bunuh diri mereka tidak pergi ke gedung-gedung tinggi melainkan pergi ke hutan.Hutan Aokigahara merupakan sebuah hutan dikhususkan untuk orang-orang yang ingin bunuh diri di Jepang. Dan dalam kurun waktu satu tahun petugas disana mengevakuasi lebih dari 100 jenazah itupun yang berhasil ditemukan. Karena tempat tersebut terkenal sehingga pihak berwenang menulis di papan peringatan di ujung jalan umum menuju hutan tersebut.“Hidup Anda adalah hadiah yang tidak ternilai dari orang tua Anda. Pikirkan lagi orang tua, saudara,dan anak Anda.Jangan simpan masalahmu sendiri. Bicarakanlah masalah-masalahmu.”(hal.53).

Sementara itu, dalam Islam mengatur semuanya dengan baik termasuk dalam hal penyelesaian masalah. Seandainya kita mempunyai masalah, Islam sudah mengajarkan ilmu keikhlasan dan kesabaran. Bahkan kita dianjurkan pandai bersyukur kepada Allah Swt. Ketika ditimpa musibah. Sebab, kita tidak pernah tahu pasti bahwa hal tersebut benar-benar musibah atau bahkan ternyata kenikmatan yang sedang dibungkus dengan ujian. Jepang merupakan salah satu negara yang sangat kompleks. Di pusat kota-kota besar, kita sangat jarang melihat interaksi manusia secara langsung. Mereka lebih asyik dengan teknologi sehingga melupakan orang di sekitarnya. Dalam beberapa perjalanan di kereta,bus, ataupun lainnya, mereka tidak terbiasa berbicara dengan orang di sebelahnya, apalagi di sekitarnya.

Hal tersebut berbeda dengan kondisi di Indonesia.Di beberapa daerah, kita masih melihat interaksi antar penumpang.Baik itu hanya penumpang angkot, bus, kereta, atau bahkan kapal laut. Akan tetapi, tidak semua masyarakat Jepang bertindak seperti itu, dan tidak semua masyarakat Indonesia melakukan interaksi.Masih ada masyarakat Jepang tradisional yang sangat ramah dan saling tegur sapa atau melakukan interaksi lainnya,dan cukup banyak masyarakat Indonesia yang cenderung cuek terhadap permasalahan sekitar.
Orang-orang Jepang terkenal akan tingkat kedisiplinannnya. Contohnya saja, Tokyo. Tokyo merupakan kota yang sangat teratur. Bahkan, seharusnya kota ini menjadi percontohan bagi kota-kota di seluruh Indonesia. Selain teratur, tingkat kriminalitas di Tokyo juga sangat rendah. Tidak jarang, ketika dompet seseorang jatuh, orang lain yang menemukan langsung mengambilnya, dan segera mengejar pemiliknya.Seandainya tidak diketahui pemilik dompet tersebut, penemu akan segera melapor ke kantor polisi. Dan, pemiliknya juga tidak perlu bingung mencarinya, cukup dengan mendatangi kantor polisi. Kejadian hilangnya dompet di Tokyo dan Indonesia terletak pada tingkat kekhawatiran. Di Tokyo, yang khawatir adalah penemu dompet karena harus menulis laporan di kantor kepolisian, atau mencari pemiliknya secara langsung. Sementara di Indonesia, pemiliknya kebingungan mencari dompet karena sangat kecil kemungkinan dompet tersebut bisa kembali.

Selain teratur dalam setiap kegiatan, masyarakat Tokyo juga sangat menghargai waktu.Mereka sudah terbiasa tepat waktu, disiplin, taat peraturan, dan banyak hal positif lainnya yang patut ditiru.Bukan hanya sekedar kata,masyarakat Jepang langsung menerapkannya.Kita sebagai seorang muslim, sudah diperintahkan untuk menjaga waktu. Akan tetapi,bagaimana penerapannya?.Ternyata, Orang Jepang yang notabene tidak memeluk agama Islam telah “menerapkan”syariat Islam berupa  menjaga waktu dan taat pada peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah.Sikap mereka berasal dari kesadaran dalam diri mereka. Itulah pentingnya motivasi dan kesadaran dalam diri kita untuk diterapkan dalam setiap waktu. Ketertiban masyarakat Jepang sangat terlihat jelas. Ketika, sedang mengantre untuk membeli sesuatu,mereka tidak berebutan agar mendapatkan tempat pertama. Ketika hendak menyeberang di jalan raya,mereka rela mengantre di belakang penyeberang sebelumnya,tidak ada keinginan untuk mendahuluinya. Bahkan, ketika sedang terburu-buru untuk mendapatkan kereta,mereka rela mengantre saat membeli secarik tiket. Tidak terbersit dalam kelakuan mereka yang menunjukkan sikap mempermakukan diri sendiri,yakni dengan melanggar peraturan.

Untuk menangani masalah ketertiban, menjaga waktu dan tidak melanggar peraturan, di kota Tokyo menyediakan dua sisi eskalator agar bisa digunakan oleh masyarakat Jepang dalam melakukan aktivitasnya. Dimana keduanya memiliki fungsi dan kegunaaan yang berbeda. Di sebelah kiri disediakan bagi pengguna eskalator yang tidak teburu-buru, sedangkan sebelah kanan disiapkan bagi mereka yang terburu-buru,(yakni orang yang berjalan ketika eskalator berjalan, kaki mereka berjalan agar cepat sampai). Mereka menaati aturan yang berlaku, seakan-akan semua sudah teratur dengan rapi. Seorang Muallaf yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Asosiasi Muslim Jepang, Khalid M. Higuchi, mengatakan bahwa setelah masuk Islam,ia menyadari bahwa sejauh ini,Jepang sudah mempraktikkan ajaran-ajaran Islam (hal.60). Inilah salah satu contoh negara yang tidak menghebohkan diri dengan label keislaman.Bahkan,meskipun Islam sangat minoritas disana,namun tingkah laku mereka sangat mencerminkan nilai-nilai Islam.

Pergantian musim di Jepang relatif cepat, yang berbeda dengan kondisi musim di Indonesia. Di Jepang, sekitar 3 bulan sekali mengalami pergantian musim.Hampir setiap musim terdapat cara-cara tersendiri untuk memperingatinya. Musim semi (haru) terjadi pada bulan Maret, April, dan Mei. Musim panas (natsu) berlangsung pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.Musim gugur (aki) terjadi pada bulan September,Oktober,dan November. Sedangkan musim dingin (fuyu) berlangsung pada bulan Desember, Januari, dan Februari. Pada musim-musim tersebut,musim yang paling dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, bahkan seluruh dunia, adalah musim semi (haru). Pada musim ini, kita bisa melihat indahnya bunga sakura. Biasanya, pada bulan-bulan tersebut, harga tiket pesawat cukup mahal, kecuali harga promo.

Saat kita akan pergi berkunjung ke suatu negara asing, pasti akan berpikir bagaimana caranya agar kita tetap menjaga waktu shalat ketika berada di tempat asing?. Tempat asing maksudnya adalah tempat yang sangat susah ditemukan surau atau masjid, atau bahkan tidak ada sama sekali surau dan masjid. Bagaimana cara kita menjaga waktu shalat di tempat yang yang  matahari tidak dapat menjadi acuan waktu shalat?. Maka dalam kondisi yang demikian, kita perlu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan dunia dan akhirat. Sebab, teknologi bukan hanya sebagai fantasi dunia semata.Menetukan waktu shalat di Jepang juga bukanlah hal yang mudah.Berpatokan pada jam masih belum bisa dijadikan acuan waktu shalat. Bahkan, dalam satu negara Jepang, perbedaan waktu shalat sangat jauh. Waktu shalat yang tidak dapat di prediksi ketika berada di Jepang memang menjadi kendala tersendiri.Di zaman sekarang,saat teknologi sudah cangggih, beberapa ponsel sudah bisa mendeteksi arah kiblat. Hasilnya lumayan akurat.Smartphone merupakan salah satu sarana masyarakat Jepang untuk berkomunikasi dan bepergian.Bagi masyarakat muslim di Jepang,Smartphone juga memberikan banyak sekali manfaat.Salah satunya adalah untuk membantu dalam hal beribadah, khususnya menentukan jadwal shalat wajib dan arah kiblat.Itulah kondisi yang terjadi di Jepang dalam hal melakukan ibadah. Saat ini, menentukan waktu shalat di Jepang dapat dikatakan sulit sekaligus mudah. Mudahnya karena sudah dijumpai beberapa masjid, yang akan terus dibangun di beberapa tempat Jepang. Sulitnya adalah jumlah masjid tidak sebanding dengan jumlah umat Islam di Jepang,serta luas daerahnya.Namun,telah disebutkan dalam buku Saku Hidup Islami di Jepang dan Panduan Sukses Orang Indonesia di Jepang, di Jepang sudah terdapat beberapa masjid (hal.87).
Masyarakat Jepang memiliki beberapa karakter. Jika dikaji secara mendalam,sejumlah karakter tersebut mencerminkan nilai-nilai Islam.Diantara karakter-karakter tersebut yakni,1.ikhlas dalam beramal.Yang berarti hanya mengharapkan keridhaan dari Allah, Tuhan yang Maha Esa.Di Jepang, penganut Islam memang minoritas.Sebagian besar masyarakat Jepang tidak bersentuhan langsung dengan Islam,namun mereka seakan-akan sedang menerapkan nilai-nilai Islam.Mereka tidak pernah mempelajarinya sedikitpun,namun mereka sangat pintar dari segi penerapannya, 2.Pekerja keras, masyarakat Jepang memiliki karakter yang sangat kuat dalam hal bekerja.Mereka berkembang pesat setelah 20-30 tahun sejak hancurnya Hiroshima dan Nagasaki. Hal ini menjadi bukti bahwa mereka tergolong pekerja keras. Hal ini telah disebutkan dalam firman Allah Swt:
“..Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.....”(QS. Ar-Ra’d) [13]):11), masyarakat muslim diperintahkan bekerja keras untuk mengubah kondisi diri, masyarakat, perekonomian,bahkan sampai taraf bangsa mereka. Namun,Islam juga menerapkan konsep waktu yang teratur,yakni tawazun(hal.98), 3.Pemalu,masyarakat Jepang memiliki karakteristik pemalu. Artinya,mereka malu ketika terlambat datang ke kelas, malu jika tidak tepat waktu dalam berjanji,malu saat melanggar peraturan,malu apabila menyelip antrian, malu ketika mersak fasilitas umum,dan beberapa ”penyakit malu” lainnya.Walaupun Jepang kebanyakan penganut Shinto,namun karakter dan tingkah laku mereka sangat Islami, 4.Hemat,di Jepang kemungkinan untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar lebih terbuka lebar daripada di Indonesia. Hal ini susah dielakkan.Di Jepang, kita akan melihat harga-harga barang sangat mahal.Meskipun segala kebutuhan hidup sangat tinggi, namun orang Jepang terbiasa hidup hemat. Inilah karakter masyarakat Jepang. Salah satu cara hidup hemat di Jepang adalah dengan memakan masakan sendiri.Bagi orang Islam yang berada di tempat atau negara yang minoritas muslim,selain untuk berhemat,memakan masakan sendiri merupakan salah satu cara untuk menghindari makanan-makanan yang tidak halal, 5.Gemar membaca, karakter lainnya dari masyarakat Jepang adalah gemar membaca.Budaya gemar membaca seharusnya juga di praktikkan oleh masyarakat muslim.Namun, kondisinya sekarang sangat berbeda.Minat membaca masyarakat muslim saat ini kurang.Padahal,ketika al-Qur’an diturunkan untuk pertama kali,Allah Swt. memerintahkan kepada kita untuk membaca (hal.108) , 6. Jujur dan ikhlas membantu sesama, masyarakat Jepang memiliki kesadaran yang tinggi akan barang yang bukan menjadi haknya.Dengan kesadaran ini,mereka segera melaporkan ke polisi saat menemukan dompet,ponsel,laptop,ataupun barang lain yang bukan miliknya. Polisi di Jepang sangat kooperatif dengan masyarakat,baik masyarakat asing maupun lokal.Mereka sangat senang ketika bisa membantu masyarakat.Terlebih unik lagi, ternyata pihak kepolisian Jepang enggan menerima imbalan  sedikit pun atas sesuatu yang sudah dilakukan.Semua yang dikerjakan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Ikhlas membantu, itulah prinsip yang mereka terapkan.
Sikap jujur sudah ditanamkan dan dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah. Bahkan gelar Al-Amin,atau orang yang dipercaya.Patut kita jadikan contoh. Jujur dalam Islam mencakup banyak hal, antara lain dalam berdagang,politik,berumah tangga,dan lain sebagainya,7.Memiliki semangat kebersamaan,kerja sama merupakan suatu hal yang menonjol di Jepang.Orang Jepang tidak terbiasa bertindak sendirian.Mereka juga tidak terbiasa menonjol sendirian.Mereka sangat mengutamakan kebersamaan.Terdapat sebuah anekdot mengenai kebersamaan masyarakat Jepang dalam bekerja,”Satu orang profesor Jepang akan kalah dengan satu orang profesor Amerika.Namun,sepuluh orang profesor Amerika tidak akan bisa mengalahkan sepuluh orang profesor Jepang yang berkelompok.” (hal.114). Selama kerja sama dalam kebaikan,Islam sangat menganjurkan.Dan,Islam juga melarang keras kerja sama dalam keburukan, 8.Mandiri,anak-anak di Jepang berangkat ke sekolah dengan dijemput bus sekolah tanpa diantar oleh orang tua. Mereka tidak ditunggu ketika berangkat ke TK. Inilah bukti kemandirian anak kecil di Jepang. Orang Jepang sudah dilatih mandiri sejak usia dini.Bahkan ketika sudah beranjak SMA,hampir sebagian besar dari mereka tidak bergantung pada kedua orang tua.Mereka bekerja part time untuk memenuhi biaya sekolah. Demikian juga saat kuliah,bahkan mereka juga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, 9.Cinta damai,masyarakat Jepang cinta damai. Mereka sangat menghindari konflik. Bagi mereka,memendam perasaan lebih baik daripada mengungkapkannya karena akan menyakiti hati orang lain,10.Ramah,keramahan penduduk Jepang terlihat ketika bersinggungan secara langsung dengan mereka.Patut rasanya kita mencontoh keramahan orang Jepang.Bukankah Rasulullah Saw. juga memberikan contoh agar kita menyapa orang lain ketika bertemu di jalan?.Bahkan senyum termasuk ibadah dan bernilai sedekah, 11. Tidak terbiasa salaman, masyarakat Jepang sangat asing dengan budaya bersalaman.Mereka membiasakan membungkukkan badan sembari tersenyum,inilah tradisi di Jepang.Bukan hanya perkenalan dan perpisahan,hampir di setiap momen mereka lebih memililih membungkukkan badan daripada salaman.Bahkan,untuk ucapan terima kasih,mereka lebih memilih membungkuk atau menganggukkan kepala,12.Bersuara keras, masyarakat Jepang terbiasa mengeraskan suara ketika berbicara. Namun,pada moment-moment tertentu,mereka merendahkan suara.Lantangnya mereka dalam bersuara ditujukan agar menambahkan semangat kerja,mencegah rasa kantuk ketika bekerja,atau bahkan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Dalam Islam, memang tidak dilarang bersuara keras ketika bekerja,namun ketika berdoa,harusnya dilakukan dengan suara lembut dan pelan-pelan.
Karakter masyarakat Jepang yang lainnya yaitu, 13.Bersikap sigap, dapat diartikan bahwasanya kita siap,cepat,dan penuh semangat untuk menyahut panggilan yang ditujukan kepada kita.Di Jepang, sikap sigap ini diterapkan baik dalam mood sedang baik,atau bahkan ketika sedang buruk. Islam pun sudah mengajarkan kepada kita agar sigap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi,14.Memberi salam terlebih dahulu,Rasulullah Saw. Memerintahkan kita agar menyebarkan salam kepada saudara-saudara sesama muslim. Pengendara patut memberi salam kepada seseorang yang sedang berjalan.Pejalan kaki layak mengucapkan salam kepada orang yang duduk. Ternyata budaya salam sudah diterapkan di Jepang, 15. Menyukai ilmu,tidak sampai satu abad yang lalu,Jepang hancur oleh bom atom. Beberapa saat setelah terjadinya ledakan besar tersebut, Kaisar Jepang tidak memerintahkan bawahannya untuk menghitung jumlah kerugian,tidak menanyakan jumlah warga yang menjadi korban,atau bahkan harapan-harapan negara Jepang atas bantuan negara lain. Melainkan, hal pertama kali yang ditanyakan oleh Kaisar Jepang saat itu adalah jumlah guru yang tersisa.Sebab,peran guru sangat penting bagi Jepang di kemudian hari.Mereka konsen dalam hal peningkatan keilmuan.Di Jepang, pengaruh guru atau sensei sangat besar. Bahkan, perintah sensei seperti perintah seorang raja.Pemerintah Jepang memberikan perhatian yang serius dalam bidang keilmuan.Hal ini tergambarkan dari kepedulian mereka terhadap riset. Namun, seiring berjalannya waktu,karakter masyarakat Jepang untuk melakukan riset mulai luntur di kalangan pemuda.Akhirnya,dengan terpaksa,pemerintah Jepang mendatangkan  peneliti-peneliti dari luar negeri agar lembaga-lembaga penelitian terus hidup dan mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru.
Dengan demikian, pintu kesempatan untuk mengembangkan keilmuan sangat terbuka bagi mahasiswa muslim. Salah satu program yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang adalah Global 30. Proyek besar ini mengundang sekitar 300.000 mahasiswa internasional untuk melakukan penelitian di Jepang.Proyek pemerintah ini tidak berjalan sendiri,namun bersinergi dengan universitas-universitas di Jepang yang telah diseleksi oleh pemerintah Jepang.Lolosnya universitas tersebut dalam proyek Global 30 tidak hanya membawa kentungan bagi universitas yang bersangkutan,tetapi juga sangat berguna bagi kemajuan Jepang secara umum. Berkaitan dengan ilmu,Islam memberikan perhatian yang sangat serius. Sehingga lahirlah ilmuwan-ilmuwan muslim. Pemerintah Jepang sangat sadar betapa pentingnya peran seorang guru.Guru-guru di Jepang tidak hanya ahli dalam berbicara.Jika hanya berbicara,semua orang bisa.Semua orang bisa berandai-andai.Namun,guru-guru di Jepang juga turut mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Jepang memang memberikan banyak sekali daya tarik yang sangat kuat sehingga mengundang wisatawan asing untuk mengunjunginya.Termasuk masyarakat muslim.Bukan hanya sekedar berpariwisata melainkan mengunjunginya untuk melanjutkan pendidikan. Tidak perlu khawatir,di Jepang, sudah terdapat beberapa restoran halal yang disediakan bagi masyarakat muslim.Salah satu strategi agar bisa makan makanan di Jepang adalah dengan mengkonsumsi makanan yang berbahan ikan. Tidak susah untuk menemukan tempat-tempat yang menyajikan masakan halal di Jepang.Kita bisa menggunakan teknologi canggih dalam memilih makanan-makanan yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Menurut saya buku, "Cahaya Allah di Negeri Sakura ini isinya bagus, dan tata bahasa yang digunakan pun mudah dipahami dan cocok dijadikan teman selama bepergian ke Jepang.  Memang ini buku lama dan sudah jarang dijual di toko buku. Saran saya mungkin buku ini harus tetap dijual ke depannya, mengingat banyak wisatawan muslim yang saat ini banyak pergi ke Jepang dan membutuhkan informasi dari berbagai sumber.



Biodata Penulis Resensi

Ida Royani lahir di Malang, Jawa Timur. Ia saat ini tergabung menjadi salah anggota di Grup Komunitas Bisa Menulis yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah. Saat ini ia juga tergabung dalam sebuah komunitas Muslim Friendly Information in Japan. Penulis bisa di hubungi melalui akun facebook:Ida Royyani, dan email:adindaroyyan12@gmail.com.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Acara Japanese Film Festival di Surabaya

Dari Ngeblog Bisa Nulis di Media Portal, Ketemu Idola dan Dapat Kerja