Mengenal Dunia Anak-Anak dalam Kehidupan Sehari-Hari Melalui Cerita Temuannya
Resensi
Data Buku:
Judul: Finding Story
Penulis: Juniarti Naibaho, Attia Mahda,dkk
Penerbit: CV. RWTC SUCCESS
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Januari 2017
Jumlah Halaman: 245 Halaman, 14× 20 cm
Harga: Rp 54000
ISBN: 978-602-60123-9-5
Peresensi: Ida Royani
Anak-anak adalah inspirasi tanpa batas. Mereka makhluk yang dibentuk menjadi penerus bangsa. Dengan karakter yang baik lewat teladan dari orang tua dan lingkungan. Mereka belajar dari setiap yang didengar, dilihat dan dirasakan. Apa yang kita tanamkan saat ini, akan menentukan karakter mereka kelak.
“Anak-anak adalah idiom keceriaan, penuh rasa ingin tahu, polos, jahil, selalu ingin mencoba, berfikir dengan caranya, bermain dan ingin meniru orang dewasa. Tapi dengan membaca kalimat yang terakhir ini yang membuat was-was. Karena peluang ini ditangkap oleh mereka yang berkepentingan kapasitas dan money oriented yang akhirnya memproduksi segala kebutuhan fase itu tanpa memikirkan afeknya. Hingga pada akhirnya muncul permasalahan yang sangat kompleks.
Ketika kita saat ini sudah tidak familiar lagi dengan dongeng-dongeng yang diceritakan para guru. Telah langka juga permainan-permainan seru dari bahan tradisional yang menjadi perbincangan ketika mereka bertemu di sekolah. Saat ini, hampir sangat jarang kita mendengar komik-komik petualangan seru yang bisa menggugah keberanian mereka (anak-anak). Semua berubah menjadi dewasa karbitan dengan tontonan yang kurang mendidik. Buku bacaan anak-anak yang menekankan pada moral dan budi pekerti juga sudah mulai berkurang. Jika sudah demikian, siapa yang bisa bertanggung jawab?. Jika tidak dimulai dari kita sendiri yang membenahinya.
Oleh karenanya mari kita sama-sama mulai dengan memperkenalkan kembali permainan tradisional, menceritakan dongeng-dongeng yang baik, dan hingga bisa juga menuliskannya kembali cerita-cerita yang santun namun dikemas apik dan menarik sesuai dengan perkembangan kejiwaan anak dan sosial lingkungannya. Salah satunya dengan buku bisa menjadi salah satu media sekaligus teman untuk perkembangan jiwa anak ke depannya.
Buku cerita “Finding Story” ini merupakan buku cerita anak yang berhasil ditulis dan di persembahkan oleh kakak-kakak, ayah, dan bunda yang tergabung di kelas menulis bersama Tyas Sastrowidjojo. Buku yang merupakan hasil dari kumpulan hasil cerita-cerita pendek yang ditulis oleh para penulis yang terilhami dari kejadian sehari-hari anak ini, bisa mendukung usaha dari para orang tua dan bisa menjadi salah satu sumbangsih bagi pembentukan karakter baik anak.
Didalam buku “Finding Story ini banyak terdapat kumpulan cerita anak yang bervariasi yang dapat dibaca, tidak hanya bagi para orang tua, juga dapat dibaca oleh anak-anak. Karena di buku ini dalam setiap kumpulan ceritanya terdapat pesan moral yang baik dan bisa ditiru dan diterapkan oleh anak dalam kehidupan sehari-harinya.
Tidak hanya itu, buku “Finding Story” ini juga dilengkapi dengan kumpulan puisi yang ditulis oleh para penulis beserta juga dengan ilustrasi gambar yang menarik di setiap halamannya. Sehingga pembaca tidak perlu merasa bosan saat membaca buku. Diantara beberapa kumpulan judul cerita yang terdapat didalam buku “Finding Story” ini, saya sebagai pembaca sangat menyukai dua judul cerita dari sekian banyak judul yang ada di cerita ini. Karena ceritanya paling membekas dan bisa dijadikan teladan.
Judul cerita pertama yang saya sukai yaitu, “Belajar Memaafkan”, cerita ini dialami oleh Lala. Seorang murid Sekolah Dasar yang hasil tugas prakaryanya tidak sengaja dirusak oleh temannya yang bernama, Rena. Saat berangkat ke sekolah, tepatnya saat Lala dan Rena berada di mobil jemputan. Rena tidak sengaja menumpahkan jus yang ia minum ke hasil tugas prakarya Lala hingga rusak. Akibat kejadian itu Rena tidak mau menjelaskannya kepada Bu Guru keduanya. Sehingga Lala merasa kesal dan tidak mau memaafkan kesalahan yang dibuat oleh Rena. Berkat nasehat sekaligus penjelasan dari bundanya,Lala pun memaafkan kesalahan yang dibuat oleh Rena itu. “Dengan memaafkan kita akan bahagia, hanya orang-orang luar biasa dan punya hati besar yang mampu memaafkan orang lain yang telah menyakiti kita.” (Halaman 18).
Selain cerita Lala diatas ada cerita lagi yakni, “Mubadzir”, di cerita mubadzir ini dialami oleh Raza, siswa kelas 5 D. Ia setiap makan tidak pernah menghabiskan makanannya. Hampir setiap kali Raza makan dia selalu menyisakan makanannya. Sampai suatu ketika Raza mendapat tugas untuk menonton film dokumenter di sekolahnya. Ia harus membacakan sinopsis dan hikmah film yang telah di tontonnya di sekolahnya. Raza pun mendapat giliran untuk menonton film dokumenter yang berasal dari Korea. Film yang menceritakan tentang seorang anak yang berusia 9 tahun yang harus bertahan hidup bersama keluarganya. Demi bertahan hidup ia menjadi pemulung, memungut makanan sisa dari tong sampah, mengambil sampah yang bau dan kotor, mengumpullkan sisa makanan yang masih layak makan. Hasil sisa makanan,ia bagikan kepada keluarganya untuk mereka makan bersama di lapangan kota atau emperan sisi jalan raya.
Dengan adanya film dokumter untuk tugas itu, tidak hanya teman-temannya Raza yang meneteskan air mata, Raza sendiri pun juga ikut meneteskan air mata dan ia membayangkan jika ia berada di posisi pemulung cilik itu yang serba kekurangan dan harus mengais makanan mungkin ia tak akan sanggup untuk bertahan hidup. Raza pun tersadar akan perbuatannya yang selalu menyisakan makanan dan ia bertekad untuk merubah sikapnya. Ia dan beberapa orang teman 5 D menyisihkan sebagian uang jajan selama sepekan. Setiap Jumat mereka bersepeda turun ke jalan dan membagikan 20 bungkus makan siang untuk tukang becak dan pemulung di sekitar sekolah mereka. “Salah satu tanda kamu bersyukur itu kamu menghabiskan makanan. Lebih baik kurang daripada bersisa.” (Halaman 64).
Menurut saya Buku “Finding Story” ini bagus untuk dijadikan sebagai referensi membaca dan juga patut untuk di masukkan di daftar bacaan anak-anak dan orang tua. Tidak hanya itu, didalam Buku Cerita Anak “Finding Story” ini Anda sebagai pembaca akan menemukan kelucuan, kepolosan, keusilan serta kreatifitas berfikir anak yang tanpa batas yang bisa ditemukan di buku ini. Dengan membaca buku ini kita bisa mengenal dunia anak-anak dalam kesehariannya melalui cerita yang ditemukannya, di dengarnya serta dilihatnya. Anak-anak itu istimewa dan kita bisa belajar dari sikap mereka yang selalu ceria dan percaya diri. Karena, hanya anak-anak yang memiliki kepercayaan penuh, bahwa setiap hal bisa dilakukan, dan bahwa setiap hal bisa di raih asal kita dapat membayangkannya…
Tentang Peresensi
Ida Royani lahir di Malang,Jawa Timur. Ingin terhubung dengannya, bisa melalui email: adindaroyyan12@gmail.com , facebook: Ida Royyani dan bisa juga melalui instagram: @adindakoyanagi.
Data Buku:
Judul: Finding Story
Penulis: Juniarti Naibaho, Attia Mahda,dkk
Penerbit: CV. RWTC SUCCESS
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Januari 2017
Jumlah Halaman: 245 Halaman, 14× 20 cm
Harga: Rp 54000
ISBN: 978-602-60123-9-5
Peresensi: Ida Royani
Anak-anak adalah inspirasi tanpa batas. Mereka makhluk yang dibentuk menjadi penerus bangsa. Dengan karakter yang baik lewat teladan dari orang tua dan lingkungan. Mereka belajar dari setiap yang didengar, dilihat dan dirasakan. Apa yang kita tanamkan saat ini, akan menentukan karakter mereka kelak.
“Anak-anak adalah idiom keceriaan, penuh rasa ingin tahu, polos, jahil, selalu ingin mencoba, berfikir dengan caranya, bermain dan ingin meniru orang dewasa. Tapi dengan membaca kalimat yang terakhir ini yang membuat was-was. Karena peluang ini ditangkap oleh mereka yang berkepentingan kapasitas dan money oriented yang akhirnya memproduksi segala kebutuhan fase itu tanpa memikirkan afeknya. Hingga pada akhirnya muncul permasalahan yang sangat kompleks.
Ketika kita saat ini sudah tidak familiar lagi dengan dongeng-dongeng yang diceritakan para guru. Telah langka juga permainan-permainan seru dari bahan tradisional yang menjadi perbincangan ketika mereka bertemu di sekolah. Saat ini, hampir sangat jarang kita mendengar komik-komik petualangan seru yang bisa menggugah keberanian mereka (anak-anak). Semua berubah menjadi dewasa karbitan dengan tontonan yang kurang mendidik. Buku bacaan anak-anak yang menekankan pada moral dan budi pekerti juga sudah mulai berkurang. Jika sudah demikian, siapa yang bisa bertanggung jawab?. Jika tidak dimulai dari kita sendiri yang membenahinya.
Oleh karenanya mari kita sama-sama mulai dengan memperkenalkan kembali permainan tradisional, menceritakan dongeng-dongeng yang baik, dan hingga bisa juga menuliskannya kembali cerita-cerita yang santun namun dikemas apik dan menarik sesuai dengan perkembangan kejiwaan anak dan sosial lingkungannya. Salah satunya dengan buku bisa menjadi salah satu media sekaligus teman untuk perkembangan jiwa anak ke depannya.
Buku cerita “Finding Story” ini merupakan buku cerita anak yang berhasil ditulis dan di persembahkan oleh kakak-kakak, ayah, dan bunda yang tergabung di kelas menulis bersama Tyas Sastrowidjojo. Buku yang merupakan hasil dari kumpulan hasil cerita-cerita pendek yang ditulis oleh para penulis yang terilhami dari kejadian sehari-hari anak ini, bisa mendukung usaha dari para orang tua dan bisa menjadi salah satu sumbangsih bagi pembentukan karakter baik anak.
Didalam buku “Finding Story ini banyak terdapat kumpulan cerita anak yang bervariasi yang dapat dibaca, tidak hanya bagi para orang tua, juga dapat dibaca oleh anak-anak. Karena di buku ini dalam setiap kumpulan ceritanya terdapat pesan moral yang baik dan bisa ditiru dan diterapkan oleh anak dalam kehidupan sehari-harinya.
Tidak hanya itu, buku “Finding Story” ini juga dilengkapi dengan kumpulan puisi yang ditulis oleh para penulis beserta juga dengan ilustrasi gambar yang menarik di setiap halamannya. Sehingga pembaca tidak perlu merasa bosan saat membaca buku. Diantara beberapa kumpulan judul cerita yang terdapat didalam buku “Finding Story” ini, saya sebagai pembaca sangat menyukai dua judul cerita dari sekian banyak judul yang ada di cerita ini. Karena ceritanya paling membekas dan bisa dijadikan teladan.
Judul cerita pertama yang saya sukai yaitu, “Belajar Memaafkan”, cerita ini dialami oleh Lala. Seorang murid Sekolah Dasar yang hasil tugas prakaryanya tidak sengaja dirusak oleh temannya yang bernama, Rena. Saat berangkat ke sekolah, tepatnya saat Lala dan Rena berada di mobil jemputan. Rena tidak sengaja menumpahkan jus yang ia minum ke hasil tugas prakarya Lala hingga rusak. Akibat kejadian itu Rena tidak mau menjelaskannya kepada Bu Guru keduanya. Sehingga Lala merasa kesal dan tidak mau memaafkan kesalahan yang dibuat oleh Rena. Berkat nasehat sekaligus penjelasan dari bundanya,Lala pun memaafkan kesalahan yang dibuat oleh Rena itu. “Dengan memaafkan kita akan bahagia, hanya orang-orang luar biasa dan punya hati besar yang mampu memaafkan orang lain yang telah menyakiti kita.” (Halaman 18).
Selain cerita Lala diatas ada cerita lagi yakni, “Mubadzir”, di cerita mubadzir ini dialami oleh Raza, siswa kelas 5 D. Ia setiap makan tidak pernah menghabiskan makanannya. Hampir setiap kali Raza makan dia selalu menyisakan makanannya. Sampai suatu ketika Raza mendapat tugas untuk menonton film dokumenter di sekolahnya. Ia harus membacakan sinopsis dan hikmah film yang telah di tontonnya di sekolahnya. Raza pun mendapat giliran untuk menonton film dokumenter yang berasal dari Korea. Film yang menceritakan tentang seorang anak yang berusia 9 tahun yang harus bertahan hidup bersama keluarganya. Demi bertahan hidup ia menjadi pemulung, memungut makanan sisa dari tong sampah, mengambil sampah yang bau dan kotor, mengumpullkan sisa makanan yang masih layak makan. Hasil sisa makanan,ia bagikan kepada keluarganya untuk mereka makan bersama di lapangan kota atau emperan sisi jalan raya.
Dengan adanya film dokumter untuk tugas itu, tidak hanya teman-temannya Raza yang meneteskan air mata, Raza sendiri pun juga ikut meneteskan air mata dan ia membayangkan jika ia berada di posisi pemulung cilik itu yang serba kekurangan dan harus mengais makanan mungkin ia tak akan sanggup untuk bertahan hidup. Raza pun tersadar akan perbuatannya yang selalu menyisakan makanan dan ia bertekad untuk merubah sikapnya. Ia dan beberapa orang teman 5 D menyisihkan sebagian uang jajan selama sepekan. Setiap Jumat mereka bersepeda turun ke jalan dan membagikan 20 bungkus makan siang untuk tukang becak dan pemulung di sekitar sekolah mereka. “Salah satu tanda kamu bersyukur itu kamu menghabiskan makanan. Lebih baik kurang daripada bersisa.” (Halaman 64).
Menurut saya Buku “Finding Story” ini bagus untuk dijadikan sebagai referensi membaca dan juga patut untuk di masukkan di daftar bacaan anak-anak dan orang tua. Tidak hanya itu, didalam Buku Cerita Anak “Finding Story” ini Anda sebagai pembaca akan menemukan kelucuan, kepolosan, keusilan serta kreatifitas berfikir anak yang tanpa batas yang bisa ditemukan di buku ini. Dengan membaca buku ini kita bisa mengenal dunia anak-anak dalam kesehariannya melalui cerita yang ditemukannya, di dengarnya serta dilihatnya. Anak-anak itu istimewa dan kita bisa belajar dari sikap mereka yang selalu ceria dan percaya diri. Karena, hanya anak-anak yang memiliki kepercayaan penuh, bahwa setiap hal bisa dilakukan, dan bahwa setiap hal bisa di raih asal kita dapat membayangkannya…
Tentang Peresensi
Ida Royani lahir di Malang,Jawa Timur. Ingin terhubung dengannya, bisa melalui email: adindaroyyan12@gmail.com , facebook: Ida Royyani dan bisa juga melalui instagram: @adindakoyanagi.

Komentar
Posting Komentar